Ayah Kandung Rani Andriani, Andi, yang merupakan terpidana mati kasus peredaran narkotika tidak kuasa menahan kesedihannya menyaksikan putrinya terbujur kaku usai dieksekusi di Lapas Nusakambangan tadi malam dini hari.
Jenazah Rani dipindah ke Kp. Ciranjang, Kabupaten Cianjur menggunakan ambulan dengan kawalan ketat kepolisian menuju pemakaman. Rani sebelum dieksekusi meminta supaya jenazahnya dikubur disamping makam sang ibu.
Pukul 11.00 WIB mobil jenazah pembawa jenazah dari Cilacap tiba di areal pemakaman dan di shalatkan di mesjid warga. Sang ayah tidak kuasa menahan tangis. Dirinya diwaktu itu memilih ke luar dari masjid dimana putrinya disemayamkan sambil menangis.
Sementara, ribuan penduduk berkerumun menyaksikan jenazah Rani. Bahkan polisi harus membentuk barikade supaya peti jenazah Rani dapat langsung disemayamkan di masjid. Lebih dari 1.000 penduduk melihat pemakaman jenazah Rani Andriani terpidana mati kasus narkotika. Mayoritas masyarakat setempat yg tertarik mau melihat proses pemakaman
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polisi daerah (Kabid Humas Polda) Jawa Barat, Kombes Polisi Sulistyo Pudjo Hartono, menjelaskan, Rani dimakamkan disamping ibu kandungnya di pemakaman keluarga di Kabupaten Cianjur tepatnya Kp. Ciranjang.
2 SSK anggota dari Polres Cianjur serta pihak TNI setempat diturunkan untuk melakukan pengamanan agar hal-hal yang tidak diingikan bisa diantisipasi.
Rani merupakan warga yang berasal dari Cianjur, yang divonis mati akibat kasus peredaran narkotika. Grasinya di tolak oleh Presiden Indonesia, Jokowi. Dua hari menuju eksekusi, keluarga Rani memilih tertutup terhadap pewarta serta tetangga. Walaupun begitu, tetangga menilai bahwa Rani adalah sosok sholehah , baik, dan cerdas.
Dirinya juga dikenal aktif di pengajian dan wanita yang taat pada ke-2 orangtuanya. Tetapi kehidupan keluarga Rani berubah sesudah penangkapan di Kota Tangerang, dimana perempuan ini terjerat kasus penjualan narkoba tipe heroin seberat 3,5 kg di tahun 2000.
Pukul 11.00 WIB mobil jenazah pembawa jenazah dari Cilacap tiba di areal pemakaman dan di shalatkan di mesjid warga. Sang ayah tidak kuasa menahan tangis. Dirinya diwaktu itu memilih ke luar dari masjid dimana putrinya disemayamkan sambil menangis.
Sementara, ribuan penduduk berkerumun menyaksikan jenazah Rani. Bahkan polisi harus membentuk barikade supaya peti jenazah Rani dapat langsung disemayamkan di masjid. Lebih dari 1.000 penduduk melihat pemakaman jenazah Rani Andriani terpidana mati kasus narkotika. Mayoritas masyarakat setempat yg tertarik mau melihat proses pemakaman
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polisi daerah (Kabid Humas Polda) Jawa Barat, Kombes Polisi Sulistyo Pudjo Hartono, menjelaskan, Rani dimakamkan disamping ibu kandungnya di pemakaman keluarga di Kabupaten Cianjur tepatnya Kp. Ciranjang.
2 SSK anggota dari Polres Cianjur serta pihak TNI setempat diturunkan untuk melakukan pengamanan agar hal-hal yang tidak diingikan bisa diantisipasi.
Rani merupakan warga yang berasal dari Cianjur, yang divonis mati akibat kasus peredaran narkotika. Grasinya di tolak oleh Presiden Indonesia, Jokowi. Dua hari menuju eksekusi, keluarga Rani memilih tertutup terhadap pewarta serta tetangga. Walaupun begitu, tetangga menilai bahwa Rani adalah sosok sholehah , baik, dan cerdas.
Dirinya juga dikenal aktif di pengajian dan wanita yang taat pada ke-2 orangtuanya. Tetapi kehidupan keluarga Rani berubah sesudah penangkapan di Kota Tangerang, dimana perempuan ini terjerat kasus penjualan narkoba tipe heroin seberat 3,5 kg di tahun 2000.

0 comments:
Post a Comment